Pejuang sosial
Keramaian kali ini, tidak hanya tentang hiruk pikuk ibukota.
Bukan tentang suara sirine mobil yang keras, bukan juga tentang rombongan orang yang lalu lalang.
Melainkan tentang teriakan seorang pria yang dibungkus harapan.
Beradu nasib, menggantungkan diri di tengah kejamnya kota ini.
Terdengar letih hembusan nafas yang lewat melalui rongga pernafasannya.
Satu demi satu, Ia melawati sudut, dan tengah ibukota.
Pengemis? Nampaknya bukan, Pemulung? Nampaknya juga bukan.
Sepertinya pahlawan yang dibekali jiwa, lantas gelar apa yang patut diberikan? Tegasku..
Perihal cita-cita, biarkan gelap yang menjawab dengan terang sinar bulan.
-
Tidak ada harga yang layak, selain upah yang kekal di "kehidupan nantinya".
Humanism, Globalization, and Injustice
Kamis, 08 Desember 2016
Selasa, 16 Agustus 2016
17agustus tidak lagi biasanya
Karena aku cinta, dan negara bagiku adalah jiwa. Pukul 12:50, ku ketuk mereka dengan puisi ku!
Merdeka itu apa?
Seru gemruh menyuarakan
Gelap gemerlap
Antara merdeka dan amarah.
Mengantar nyawa dan darah.
Merdeka apa yang kalian pikirkan?
Setelah semua warna berubah, menjadi duka.
Bungkam! Terlalu banyak kita terlarut, seakan cita mudah di raih se-mudah anak kecil tertawa.
Akan kah merah putih kan tetap merah dan putih?
Ketika solusi hanya berbuah janji.
Ketika Integritas hilang karena giur-an tahta dan harta.
Harusnya Bakti menjadi Bukti.
Merdeka itu apa?
Melihat si bocah kecil tergeletak di kota, menggantung nasib.
Merdeka itu apa?
Berharap si jelata, tidak membebani Tanah ini.
Merdeka itu apa?
Berharap yang berkerah, tidak menjajah yang lemah.
Merdeka itu apa?
Ideologi tidak serta merta, karena Petinggi & Sistem.
Selamat 71 negara ku!
- Gi
Karena aku cinta, dan negara bagiku adalah jiwa. Pukul 12:50, ku ketuk mereka dengan puisi ku!
Merdeka itu apa?
Seru gemruh menyuarakan
Gelap gemerlap
Antara merdeka dan amarah.
Mengantar nyawa dan darah.
Merdeka apa yang kalian pikirkan?
Setelah semua warna berubah, menjadi duka.
Bungkam! Terlalu banyak kita terlarut, seakan cita mudah di raih se-mudah anak kecil tertawa.
Akan kah merah putih kan tetap merah dan putih?
Ketika solusi hanya berbuah janji.
Ketika Integritas hilang karena giur-an tahta dan harta.
Harusnya Bakti menjadi Bukti.
Merdeka itu apa?
Melihat si bocah kecil tergeletak di kota, menggantung nasib.
Merdeka itu apa?
Berharap si jelata, tidak membebani Tanah ini.
Merdeka itu apa?
Berharap yang berkerah, tidak menjajah yang lemah.
Merdeka itu apa?
Ideologi tidak serta merta, karena Petinggi & Sistem.
Selamat 71 negara ku!
- Gi
Minggu, 24 Juli 2016
Judulnya "Menteri-Mentri"-an
Sebelumnya tepuk tangan dulu dong untuk semua penulis yang ikut kegiatan #7haribercerita. Kalian luar biasa, akhirnya dapat menyelesaikan kegiatan menulis ini, jangan sampai ga nulis yaa. Kudu di selesaikan,Saluteee! Hehehe.
Tema terakhir #7haribercerita, saya dan teman-teman di ajak untuk bermimpi bila menjadi "menteri pendidikan", oleh si mimin. Seneng sih, ibaratnya kita menuangkan apa yang menjadi harapan dan keinginan kita. Meski cuma di sebuah cerita. Langsung saja, bila saya menjadi menteri pendidikan bakalan...
1. Sejahtera-in nasib siswa oleh guru yang selalu benar.
Ketahuilah Bu,Pak. Kadang apa yang lakukan tidak selalu benar dan menjadi solusi terbaik. Coba kalian belajar, guru pun juga harus belajar dari siswanya. Meskipun Engkau kaya akan pengalaman. Kami generasi penerus, juga perlu pengalaman dan segalanya juga gak seperti dulu. Jadii saya selaku yang ceritanya jadi menteri, akan merubah nasib-nasib siswa/i.
2. Membuat kegiatan OSIS inti
Jadi saya akan membuat kegiatan osis yang akan ada di gedung MENDIKBUD. Organisasi ini yang menurut saya sangat keren. Karena, seluruh osis seIndonesia di kumpulkan untuk menjadi jembatan dan merealisasikan kegiatan sekolah, contohnya: mengkampanyekan cara belajar, membuat event dengan melibatkan seluruh OSIS di Indonesia, pokoknya kegiatan positif gitu deh.
3. Kurangi jam pelajaran, ganti dengan praktek.
Nah mulai berikutnya saya akan mengurangi waktu pembelajaran efektif dengan kegiatan belajar praktek. Tentu nantinya akan berpengaruh pada kegiatan anak-anak di lingkungannya. Saya menyadari bahwa pembelajaran sekarang terlalu lama dan harus di imbangi dengan prakteknya.
Jadi tolong untuk Bapak Menteri Pendidikan yang beneran. Yuk mulai dari sekarang, mengurangi kegiatan-kegiatan yang biasa saja. Dengan begitu, kita generasi penerus dapat berinovasi dengan ide-ide yang wild tapi tetap dalam porsinya serta memanfaatkan kekreatifan anak-anak bangsa. Kudu banget menurut saya. Karena masih banyak sekolah-sekolah yang memiliki mutu & kualitas baik, namun kurang di pandang. Jadi itu aja ya Pak Anies Baswedan, salam dari saya yang waktu itu ketemu di Tanya Jawab oleh Hai Magz.
Ketahuilah Bu,Pak. Kadang apa yang lakukan tidak selalu benar dan menjadi solusi terbaik. Coba kalian belajar, guru pun juga harus belajar dari siswanya. Meskipun Engkau kaya akan pengalaman. Kami generasi penerus, juga perlu pengalaman dan segalanya juga gak seperti dulu. Jadii saya selaku yang ceritanya jadi menteri, akan merubah nasib-nasib siswa/i.
Jadi saya akan membuat kegiatan osis yang akan ada di gedung MENDIKBUD. Organisasi ini yang menurut saya sangat keren. Karena, seluruh osis seIndonesia di kumpulkan untuk menjadi jembatan dan merealisasikan kegiatan sekolah, contohnya: mengkampanyekan cara belajar, membuat event dengan melibatkan seluruh OSIS di Indonesia, pokoknya kegiatan positif gitu deh.
Nah mulai berikutnya saya akan mengurangi waktu pembelajaran efektif dengan kegiatan belajar praktek. Tentu nantinya akan berpengaruh pada kegiatan anak-anak di lingkungannya. Saya menyadari bahwa pembelajaran sekarang terlalu lama dan harus di imbangi dengan prakteknya.
Sabtu, 23 Juli 2016
Tumbenan kan gue bikin puisi tentang Si Dia
Untuk Dia, Si perkasa & figurenya seperti pahlawan.
Lentera rumah ku nampak basah.
Akibat hujan semalam.
seperti mewakilkan perasaan,Ku.
Kali itu hanya dia yang berdiri disana.
Tak keliatan kekar badannya.
Tapi jiwa lelaki itu, sangat piawai bagi keluarganya.
Cemooh, hujatan, serta iri Ia tabahkan.
Tunggu sebentar, usap sejenak keringatmu.
Terlihat berat, beban di wajah mu.
Tawamu, dan bijaksanamu
Tidak cukup untuk mengartikannya.
Bertumbuh, membuat ku merasa takut.
Takut, membuat ku tau arti menghargai.
Menghargai, membuatku mencintai.
Pangeran kecil ini akan terus mencari.
Di bawah kaki mu adalah surga
- Ayah ada aku yang rapuh
Akibat hujan semalam.
seperti mewakilkan perasaan,Ku.
Kali itu hanya dia yang berdiri disana.
Tapi jiwa lelaki itu, sangat piawai bagi keluarganya.
Cemooh, hujatan, serta iri Ia tabahkan.
Terlihat berat, beban di wajah mu.
Tawamu, dan bijaksanamu
Tidak cukup untuk mengartikannya.
Takut, membuat ku tau arti menghargai.
Menghargai, membuatku mencintai.
Pangeran kecil ini akan terus mencari.
Di bawah kaki mu adalah surga
Yha.. namanya juga manusia
Yang perlu di ubah walaupun susah.
Jadi sebelumnya, maafkan karena nulis salah tema. Alhasil mencoba nulis cepet dengan kapasitas seadanya.
Di hari ke-lima ini, si mimin meminta untuk menuliskan cerita tentang "Yang Perlu Di ubah Walaupun Susah". Ini dia, sangat klise bagi kita sebagai anak muda (maklum sebelumnya saya anak muda) udah pasti sedang mengalami fase-fase seperti ini. Coba di simak yaa, moga-moga bermanpaat.
1. Prioritaskan keluarga!
Selama ini, ini lah yang sering di alami. Terutama bagi saya, hal ini yang sering saya lalaikan, saya lebih atau memprioritaskan teman/sahabat. Padahal, disaat kita susah ataupun ada suatu masalah. Keluarga kita yang selalu ada, meski kadang kita melupakannya. Beranjak dewasa ini, yang membuat saya semakin mengerti akan kehadiran keluarga.
2. Presepsi yang salah namun tetap di lakukan.
Kebiasaan-kebiasaan yang kita tanam, kadang membawa hal yang salah. Hal kecil ini yang kudu perlahan di ubah. Bisa jadi menyebabkan kesenjangan. #ahnjay.
3. Cinta-cintaan-nya FTV
Ketahui, bahwa cinta yang indah hanya ada di film-film. Bukan di kehidupan nyata, jangan terlalu memberikan "apa yang kalian punya" untuk orang yang memberikan mu "janji-janji", alhasil galau di hati yang akan kalian dapatkan. Bersikaplah sewajarnya.
4. Menghargai waktu, dan orang lain
Sikap & menerima akan selalu menjadi suatu kebaikan. Karena bila kalian "menghargai" apapun. Kalian akan dihargai juga. Meski kadang hal tersebut terasa membosankan dan biasa saja. Lebih dari itu, sebenarnya sangat penting.
5. Memaknai setiap pertemuan.
Setiap detik, menit, waktu,dan hari punya ceritanya tersendiri. Maka, jangan membiarkan hari itu berjalan biasa saja, coba melangkah dengan membiasakan "memaknai" setiap pertemuan.
Yang perlu diubah walaupun susah itu manusiawi. Karena kita hidup penuh dengan keingintahuan. Semoga dari bacaan diatas membuat dan membantu temen-temen mengubahnya.
Jadi sebelumnya, maafkan karena nulis salah tema. Alhasil mencoba nulis cepet dengan kapasitas seadanya.
Di hari ke-lima ini, si mimin meminta untuk menuliskan cerita tentang "Yang Perlu Di ubah Walaupun Susah". Ini dia, sangat klise bagi kita sebagai anak muda (maklum sebelumnya saya anak muda) udah pasti sedang mengalami fase-fase seperti ini. Coba di simak yaa, moga-moga bermanpaat.
1. Prioritaskan keluarga!
Selama ini, ini lah yang sering di alami. Terutama bagi saya, hal ini yang sering saya lalaikan, saya lebih atau memprioritaskan teman/sahabat. Padahal, disaat kita susah ataupun ada suatu masalah. Keluarga kita yang selalu ada, meski kadang kita melupakannya. Beranjak dewasa ini, yang membuat saya semakin mengerti akan kehadiran keluarga.
2. Presepsi yang salah namun tetap di lakukan.
Kebiasaan-kebiasaan yang kita tanam, kadang membawa hal yang salah. Hal kecil ini yang kudu perlahan di ubah. Bisa jadi menyebabkan kesenjangan. #ahnjay.
3. Cinta-cintaan-nya FTV
Ketahui, bahwa cinta yang indah hanya ada di film-film. Bukan di kehidupan nyata, jangan terlalu memberikan "apa yang kalian punya" untuk orang yang memberikan mu "janji-janji", alhasil galau di hati yang akan kalian dapatkan. Bersikaplah sewajarnya.
4. Menghargai waktu, dan orang lain
Sikap & menerima akan selalu menjadi suatu kebaikan. Karena bila kalian "menghargai" apapun. Kalian akan dihargai juga. Meski kadang hal tersebut terasa membosankan dan biasa saja. Lebih dari itu, sebenarnya sangat penting.
5. Memaknai setiap pertemuan.
Setiap detik, menit, waktu,dan hari punya ceritanya tersendiri. Maka, jangan membiarkan hari itu berjalan biasa saja, coba melangkah dengan membiasakan "memaknai" setiap pertemuan.
Yang perlu diubah walaupun susah itu manusiawi. Karena kita hidup penuh dengan keingintahuan. Semoga dari bacaan diatas membuat dan membantu temen-temen mengubahnya.
Kamis, 21 Juli 2016
Untuk Sang Saka
Secangkir kopi lebih nikmat, dibanding bersenda gurau tentang mimpi & cita.
Semarak namun tak nampak, itu lah mereka.
Baktinya bagai logam mulia.
Tak nampak raut kesedihan.
Hanya bakti dan teladannya, bagai badai yang takkan hilang.
Mesti...
Puluhan tahun, melewati masa.
Puluhan jiwa, menerjang si hina.
Puluhan senjata, melawan grilya.
Kau bilang itu hiburan
Tidak untuk waktu ini.
Ukiran mereka, sepertinya terlupa.
Oleh harta dan tahta.
Puluhan lenyap tak bersisa.
Merdeka, merdeka!
Ayam pun bisa bilasanya berkokok.
Rayuanmu seperti abu,
Seperti terbawa angin yang diselimuti oleh keinginan.
Bila nanti kau harus mati,
Matilah dalam keabadian
Bukan hangus dalam kebodohan, yang membodohkanmu.
Kelak terbayar sudah darah sang saka.
Semarak namun tak nampak, itu lah mereka.
Baktinya bagai logam mulia.
Tak nampak raut kesedihan.
Hanya bakti dan teladannya, bagai badai yang takkan hilang.
Mesti...
Puluhan tahun, melewati masa.
Puluhan jiwa, menerjang si hina.
Puluhan senjata, melawan grilya.
Kau bilang itu hiburan
Tidak untuk waktu ini.
Ukiran mereka, sepertinya terlupa.
Oleh harta dan tahta.
Puluhan lenyap tak bersisa.
Merdeka, merdeka!
Ayam pun bisa bilasanya berkokok.
Rayuanmu seperti abu,
Seperti terbawa angin yang diselimuti oleh keinginan.
Bila nanti kau harus mati,
Matilah dalam keabadian
Bukan hangus dalam kebodohan, yang membodohkanmu.
Kelak terbayar sudah darah sang saka.
Rabu, 20 Juli 2016
Di balik pagar sekolah
Tepat pukul tujuh
Jika tidak sekolah
Waktu terbuang sia-sia
Jika tidak sekolah
Gugur semua cita
Jika tidak sekolah
Tanggal sudah impian
Tidak ada yang menyapa
Suara bel dan teriakan itu, hanya bagi mereka.
Jika tidak sekolah
Bunga pun tak nampak indah
Jika tidak sekolah
Orang tua akan marah
Seperti hujan
Akan nampak sang pelangi
Begitu pula dengan sekolah
Angin dan seisinya akan menertawakanmu
Jika tidak sekolah
Waktu terbuang sia-sia
Jika tidak sekolah
Gugur semua cita
Jika tidak sekolah
Tanggal sudah impian
Tidak ada yang menyapa
Suara bel dan teriakan itu, hanya bagi mereka.
Jika tidak sekolah
Bunga pun tak nampak indah
Jika tidak sekolah
Orang tua akan marah
Seperti hujan
Akan nampak sang pelangi
Begitu pula dengan sekolah
Angin dan seisinya akan menertawakanmu
Langganan:
Komentar (Atom)